Trump Ancam Intervensi Militer Iran China Tegas Tolak Ikut Campur

Trump Ancam Intervensi Militer Iran China Tegas Tolak Ikut Campur

Jakarta, AwakBerita.ComPresiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengancam kemungkinan intervensi militer terhadap Iran setelah gelombang protes anti‑pemerintah yang melanda negara itu memakan ratusan korban jiwa. Trump mengatakan bahwa Washington tengah mempertimbangkan “opsi yang sangat kuat”, termasuk kemungkinan aksi militer terbatas, sebagai respons terhadap tindakan keras rezim Iran yang anggapnya melanggar hak asasi manusia dan mengancam stabilitas regional.

Trump menegaskan bahwa AS “melihat situasi ini dengan sangat serius” dan militer sedang mengkaji pilihan berbeda yang bisa ambil. Pernyataan ini keluarkan setelah laporan bahwa lebih dari 500 demonstran dan anggota keamanan tewas dalam beberapa pekan terakhir di berbagai kota Iran akibat protes. Yang bermula dari isu ekonomi dan perluas menjadi tuntutan reformasi politik.

Meski demikian, menurut laporan lain dari ANTARA News, Trump belum memutuskan untuk mengirim pasukan darat ke Iran sebagai bagian dari intervensi tersebut. Pejabat senior Gedung Putih mengatakan sampai saat ini opsi militer masih dalam fase peninjauan dan belum ada keputusan final.

Trump bahkan menyatakan bahwa para pemimpin Iran telah menghubungi pemerintahan AS untuk mengadakan negosiasi. Meski ia tidak menutup kemungkinan bahwa AS bisa bertindak sebelum pembicaraan mulai, tergantung pada perkembangan situasi di lapangan.

Reaksi dari pihak Iran sendiri keras. Pejabat Teheran menyebut bahwa mereka siap menghadapi tekanan militer, tetapi juga terbuka untuk negosiasi yang adil dan saling menghormati. Perang bukan pilihan pertama, namun Iran menyatakan kesiapan mempertahankan kedaulatannya bila perlukan.

China Tegaskan Tolak Intervensi, Serukan Hormati Kedaulatan

Menanggapi retorika Trump, China secara tegas menolak semua bentuk intervensi asing terhadap Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa Beijing selalu mendukung prinsip non‑campur tangan dalam urusan internal negara lain, termasuk situasi yang tengah berlangsung di Iran saat ini.

Dalam konferensi pers resmi, perwakilan China juga menyerukan agar semua pihak berupaya untuk meminimalkan ketegangan. Dan tetap menjaga stabilitas serta perdamaian di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran global bahwa konflik yang meluas antara AS dan Iran bisa berdampak luas terhadap geopolitik dan ekonomi energi dunia.

Beijing menekankan bahwa China menghormati kedaulatan dan integritas teritorial setiap negara. Termasuk Iran, dan menolak penggunaan kekuatan atau ancaman militer untuk menyelesaikan konflik atau perbedaan politik. Sikap ini konsisten dengan kebijakan luar negeri China yang selama ini mempromosikan dialog dan diplomasi sebagai solusi atas perselisihan internasional.

Selain itu, China juga menyoroti pentingnya pendekatan damai dalam menyikapi protes di Iran. Mengingat situasi tersebut menyangkut dinamika internal yang kompleks dan sensitif. Beijing berharap bahwa semua pihak dapat menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk ketegangan regional dan justru mendukung proses dialog sebagai jalan keluar.