Banjir Melanda Suriah 2 Anak dan 1 Relawan Tewas

Banjir Melanda Suriah 2 Anak dan 1 Relawan Tewas

AwakBerita.Com – Bencana banjir kembali menimpa Suriah, menewaskan sedikitnya dua anak dan seorang relawan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai-sungai meluap, merendam permukiman dan memutus akses transportasi di beberapa wilayah. Peristiwa ini menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat dan memicu operasi evakuasi darurat oleh pemerintah serta lembaga kemanusiaan.

Menurut laporan media lokal, hujan deras mulai mengguyur wilayah terdampak sejak dini hari. Air yang meluap secara tiba-tiba menyeret rumah-rumah warga, kendaraan, dan material bangunan. Dua anak yang menjadi korban laporkan terseret arus saat mencoba menyelamatkan hewan peliharaan mereka. Sementara seorang relawan yang datang untuk membantu evakuasi turut menjadi korban banjir.

Upaya Penyelamatan dan Dampak Banjir

Tim penyelamat bekerja siang dan malam untuk mengevakuasi warga dari area terdampak. Mereka menggunakan perahu karet dan peralatan darurat untuk menembus genangan air yang mencapai ketinggian hingga satu meter di beberapa titik. Kondisi jalan yang terputus dan akses terbatas membuat proses evakuasi menjadi lebih sulit.

Banjir ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga merusak infrastruktur penting seperti jembatan, jaringan listrik, dan fasilitas umum. Sekolah dan pusat kesehatan terpaksa ditutup sementara untuk mencegah risiko tambahan bagi warga. Pihak berwenang menghimbau masyarakat untuk tetap berada di tempat aman dan mengikuti arahan evakuasi.

Selain itu, lembaga kemanusiaan lokal dan internasional bergerak cepat untuk memberikan bantuan. Mereka menyalurkan makanan, obat-obatan, dan pakaian kepada warga yang terdampak. Fokus utama adalah membantu anak-anak dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir.

Imbauan Keselamatan dan Antisipasi Bencana

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan masyarakat Suriah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Badan meteorologi memperingatkan kemungkinan hujan lebat susulan, sehingga evakuasi dan kesiapan logistik menjadi prioritas utama.

Warga dihimbau untuk menjauhi daerah rawan banjir dan tidak mencoba menyelamatkan harta benda sendiri saat arus air deras. Pengalaman korban sebelumnya menunjukkan bahwa keselamatan diri lebih penting daripada barang material.

Kejadian ini juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, relawan, dan lembaga kemanusiaan. Relawan yang menjadi korban banjir diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu memperhatikan prosedur keselamatan saat membantu warga terdampak bencana.

Banjir yang melanda Suriah kali ini menambah daftar panjang bencana alam yang terjadi akibat perubahan cuaca ekstrem. Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan dini diharapkan mampu mengurangi korban jiwa dan kerugian material di masa depan. Pemerintah dan masyarakat pun terus bekerja sama untuk memulihkan kondisi wilayah terdampak serta memastikan keamanan warga tetap menjadi prioritas.