AwakBerita.Com – Minggu ini, sejumlah berita penting datang dari dunia ekonomi dan pemerintahan Indonesia. Salah satunya adalah terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru, serta langkah besar yang ambil oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam merombak jajaran pejabat di Bea Cukai. Berikut adalah rangkuman lengkapnya dalam Bingkai Sepekan.
Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI Baru
Pada hari Kamis lalu, Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia yang baru. Posisi ini sebelumnya kosong setelah Deputi Gubernur sebelumnya, Perry Warjiyo, menjabat sebagai Gubernur BI. Thomas Djiwandono, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bank Indonesia. Pilih karena nilai memiliki pengalaman yang mumpuni dalam dunia perbankan dan pengawasan ekonomi.
Djiwandono sendiri merupakan sosok yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia perbankan dan memiliki latar belakang yang kuat dalam kebijakan moneter serta pengawasan sektor keuangan. Pemerintah berharap, dengan terpilihnya Djiwandono, BI dapat semakin optimal dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam menjaga stabilitas moneter dan memperkuat sistem keuangan negara di tengah tantangan ekonomi global.
Peran Thomas Djiwandono di Bank Indonesia
Sebagai Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono akan memiliki peran penting dalam mengawasi kebijakan moneter. Mengatur sistem pembayaran, serta menjaga kestabilan nilai tukar rupiah. Keahliannya dalam memahami dinamika ekonomi global dan domestik harapkan bisa membawa inovasi dalam kebijakan BI. Terutama dalam upaya memperkuat ekonomi Indonesia pasca-pandemi.
Menkeu Purbaya Rombak Bea Cukai
Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani melalui Purbaya Yudhi Sadewa melakukan langkah penting dalam merombak struktur organisasi di Bea Cukai. Pada Jumat lalu, Purbaya mengumumkan perubahan besar dalam jajaran pejabat Bea Cukai untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas lembaga tersebut dalam mengawasi arus barang dan transaksi di Indonesia.
Dalam perubahan tersebut, beberapa posisi kunci di Bea Cukai ganti untuk mempercepat proses reformasi yang sudah rencanakan sebelumnya. Purbaya menyatakan bahwa langkah ini perlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menanggulangi potensi penyimpangan yang selama ini terjadi dalam sektor kepabeanan. Dengan perubahan ini, harapkan Bea Cukai akan lebih responsif dan transparan dalam menjalankan tugasnya, serta mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Dampak Perombakan di Bea Cukai untuk Ekonomi Indonesia
Perombakan di Bea Cukai ini harapkan dapat membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Khususnya dalam hal pengawasan ekspor-impor dan pengawasan pajak. Dengan perbaikan sistem yang ada, harapkan ada pengurangan dalam praktik-praktik korupsi atau kebocoran yang selama ini mungkin terjadi. Selain itu, efisiensi yang lebih baik dalam proses kepabeanan dan pelayanan publik dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mempermudah arus perdagangan internasional.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa perubahan ini juga akan berdampak pada peningkatan pendapatan negara. Dari sektor pajak dan bea masuk, yang menjadi salah satu sumber utama pembiayaan anggaran negara. Dengan mengoptimalkan fungsi Bea Cukai, pemerintah berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.
