AwakBerita.Com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,5 mengguncang wilayah Kota Sukabumi pada pagi hari. Informasi resmi mengenai kejadian ini sampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laporan terkini aktivitas seismik di wilayah Jawa Barat.
Meski tergolong gempa kecil, getaran sempat rasakan oleh sebagian warga di beberapa titik Kota Sukabumi. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Aparat setempat juga memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.
Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi pada kedalaman dangkal, sehingga getarannya cukup terasa meski magnitudonya relatif rendah. Pusat gempa laporkan berada tidak jauh dari wilayah daratan, sehingga masyarakat di sekitar pusat gempa merasakan guncangan singkat.
Lokasi dan Dampak Gempa Sukabumi
BMKG menjelaskan bahwa gempa dengan magnitudo 2,5 termasuk dalam kategori gempa mikro hingga kecil. Biasanya, gempa dengan kekuatan ini tidak berpotensi menimbulkan kerusakan serius, terutama jika terjadi pada kedalaman yang cukup dalam. Namun, jika pusat gempa berada di kedalaman dangkal, getaran bisa terasa lebih jelas di permukaan.
Sejumlah warga mengaku merasakan getaran ringan selama beberapa detik. Sebagian lainnya menyebut benda-benda ringan di rumah sempat bergetar. Meski demikian, tidak ada kepanikan besar karena guncangan berlangsung singkat.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi hanya bersumber dari BMKG dan instansi terkait agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Wilayah Sukabumi sendiri memang termasuk daerah yang memiliki aktivitas seismik cukup tinggi. Letaknya yang berada di selatan Pulau Jawa membuat kawasan ini pengaruhi pergerakan lempeng tektonik aktif. Oleh karena itu, gempa bumi dengan skala kecil hingga menengah bukanlah hal yang sepenuhnya baru bagi warga setempat.
Imbauan dan Kesiapsiagaan Warga
Meski gempa kali ini tidak menimbulkan dampak signifikan, BMKG tetap mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan. Edukasi mengenai langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa perlu terus sosialisasikan, baik di lingkungan sekolah, kantor, maupun permukiman warga.
Beberapa langkah sederhana yang dapat lakukan antara lain berlindung di bawah meja kokoh saat gempa terjadi, menjauhi kaca dan benda gantung, serta segera keluar menuju area terbuka setelah guncangan berhenti. Selain itu, penting bagi setiap keluarga untuk memiliki rencana darurat dan mengetahui titik kumpul yang aman.
Pihak berwenang juga memastikan akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Jika terjadi gempa susulan, informasi akan segera sampaikan melalui kanal resmi.
Peristiwa gempa M2,5 ini menjadi pengingat bahwa Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan cincin api Pasifik dengan potensi gempa yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, kesadaran dan kesiapan menghadapi bencana menjadi hal penting yang tidak boleh abaikan.
Dengan kondisi yang tetap aman dan terkendali, masyarakat di Kota Sukabumi harapkan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, sambil terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi di masa mendatang.
