Jakarta, AwakBerita.com – Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, kembali menunjukkan prinsip kepemimpinan yang menekankan keadilan dan akuntabilitas dalam menangani BUMN. Kali ini, sorotan publik tertuju pada rehabilitasi ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan), yang menjadi perhatian karena perlunya perbaikan tata kelola dan transparansi operasional. Langkah rehabilitasi ini bukan sekadar perbaikan administratif, tetapi juga mencerminkan komitmen Prabowo terhadap keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Setiap keputusan harus berdasarkan keadilan dan kepatuhan terhadap prosedur. Tidak ada yang kebal dari evaluasi,” tegas Prabowo dalam rapat internal bersama jajaran reksi ASDP.
Rehabilitasi ASDP meliputi evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional, kepatuhan regulasi, dan transparansi laporan keuangan. Tujuannya adalah memastikan pelayanan publik berjalan optimal, aset perusahaan kelola secara bertanggung jawab, dan setiap pegawai memahami pentingnya integritas. Pelajaran penting dari proses ini adalah bahwa keberanian mengambil keputusan adil dan tepat waktu dapat memperkuat budaya kerja dan membangun kepercayaan publik. Rehabilitasi bukan hanya untuk memperbaiki kesalahan masa lalu, tetapi juga menyiapkan fondasi BUMN yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel di masa depan.
Selain itu, langkah Prabowo menjadi contoh bagi BUMN lain bahwa kepemimpinan yang adil. Berani, dan berbasis prinsip dapat membawa perubahan nyata. Integritas, transparansi, dan akuntabilitas menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis bagi pengembangan organisasi. Dengan rehabilitasi ini, harapkan ASDP mampu meningkatkan pelayanan publik. Memperkuat tata kelola perusahaan, dan menjadi inspirasi bagi BUMN lainnya dalam menerapkan prinsip keadilan dan akuntabilitas. Pelajaran dari kasus ASDP menunjukkan bahwa kepemimpinan berbasis keadilan dapat menghasilkan transformasi positif bagi institusi publik.