Jakarta, AwakBerita.Com – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, secara resmi menuduh Amerika Serikat dan Israel menjadi dalang di balik demonstrasi besar-besaran yang berlangsung di berbagai kota Iran. Protes ini telah berujung pada kerusuhan dan menewaskan ribuan orang. Dalam pidatonya, Khamenei menyebut pihak asing berusaha memecah belah Iran dan merusak stabilitas negara melalui agitasi di jalanan.
Demo yang awalnya bersifat spontan kemudian berubah menjadi ricuh ketika aparat keamanan mencoba membubarkan massa. Laporan menunjukkan bahwa bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan terjadi di kota-kota besar seperti Teheran, Mashhad, dan Isfahan. Kekerasan ini menimbulkan korban jiwa yang signifikan, termasuk warga sipil dan aparat keamanan.
Kronologi dan Penyebab Demo
Awal demonstrasi picu oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan ekonomi dan sosial pemerintah. Namun, menurut Khamenei, ada campur tangan asing yang memperburuk situasi dengan menyebarkan propaganda dan mengorganisasi aksi kekerasan. Media pemerintah Iran menyebut bahwa aktivitas intelijen AS dan Israel di wilayah tersebut memanfaatkan ketegangan sosial untuk memicu kerusuhan.
Dalam beberapa hari pertama, ribuan warga turun ke jalan menuntut reformasi ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan transparansi pemerintah. Namun, sebagian aksi berubah menjadi vandalisme dan bentrokan. Aparat keamanan menanggapi dengan tindakan tegas, termasuk penggunaan gas air mata dan tembakan peringatan.
Para analis menekankan bahwa meskipun faktor internal menjadi pemicu utama, adanya dugaan pengaruh eksternal memang dapat memperburuk situasi. Propaganda daring dan dukungan logistik dari luar negeri nilai memperbesar skala konflik.
Dampak dan Respons Pemerintah
Kerusuhan ini telah menimbulkan dampak serius pada keamanan nasional dan ekonomi Iran. Banyak aktivitas publik dan perdagangan terhenti akibat ketakutan masyarakat terhadap kekerasan. Pemerintah meningkatkan pengawasan di jalanan dan memperketat kontrol media sosial untuk membatasi penyebaran informasi yang anggap provokatif.
Khamenei menegaskan bahwa Iran akan tetap tegas menghadapi campur tangan asing dan menjaga kedaulatan negara. Ia menyerukan kesatuan bangsa dan meminta masyarakat tetap tenang, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menegakkan hukum dan keamanan.
Sementara itu, komunitas internasional memantau situasi dengan serius. PBB dan beberapa negara menyerukan dialog dan penekanan pada hak asasi manusia, mengingat jumlah korban tewas yang terus bertambah. Protes ini menjadi peringatan penting tentang kompleksitas konflik internal yang dapat perparah oleh intervensi asing.
Demo ricuh di Iran menunjukkan ketegangan antara tuntutan rakyat, kebijakan pemerintah, dan pengaruh eksternal. Tuduhan Khamenei terhadap AS dan Israel menambah dimensi geopolitik pada krisis ini, memperlihatkan betapa rapuhnya situasi sosial-politik di negara tersebut dalam menghadapi tekanan internal dan eksternal.
