Jakarta, AwakBerita.Com – Pernyataan kontroversial kembali lontarkan oleh Donald Trump dan kali ini berbuntut panjang. Komentar Trump yang nilai meremehkan peran Inggris dalam isu internasional memicu amarah publik dan pejabat Inggris yang hingga kini belum mereda. Gelombang kritik pun bermunculan dari berbagai kalangan, mulai dari politisi hingga masyarakat luas.
Komentar tersebut sampaikan Trump dalam sebuah kesempatan publik dan dengan cepat menyebar ke berbagai platform media. Banyak pihak di Inggris menilai ucapan itu tidak sensitif serta mengabaikan kontribusi negara mereka dalam kerja sama global, khususnya di bidang keamanan dan diplomasi internasional.
Sejumlah tokoh politik Inggris secara terbuka menyampaikan kekecewaan. Mereka menilai pernyataan Trump berpotensi merusak hubungan baik antara Inggris dan Amerika Serikat yang selama ini kenal sebagai sekutu dekat. Nada kritik pun semakin keras karena komentar tersebut anggap mengulang pola lama Trump yang kerap memicu kontroversi di panggung dunia.
Di media sosial, tagar terkait amarah Inggris sempat menjadi perbincangan hangat. Warganet menyuarakan rasa kesal dan menuntut klarifikasi, bahkan permintaan maaf. Sebagian lainnya menilai bahwa komentar Trump mencerminkan gaya komunikasi provokatif yang sengaja gunakan untuk menarik perhatian publik.
Pengamat hubungan internasional menilai kasus ini menunjukkan betapa besar dampak ucapan seorang tokoh global. Dalam era digital, satu pernyataan dapat dengan cepat memicu reaksi lintas negara dan memengaruhi opini publik secara luas.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi lanjutan yang meredam ketegangan tersebut. Perkara komentar Trump ini menjadi contoh nyata bagaimana kata-kata dapat memicu amarah Inggris yang tak teredam, sekaligus mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam diplomasi dan komunikasi politik di tingkat global.
