Jakarta, AwakBerita.Com – Tragedi penembakan maut yang terjadi di Minneapolis kembali mengguncang Amerika Serikat. Di tengah duka mendalam dan desakan publik untuk menekan kekerasan senjata, komentar mantan Presiden AS Donald Trump justru memicu kontroversi dan menuai kritik luas dari berbagai kalangan.
Alih-alih menyampaikan empati kepada korban dan keluarga, pernyataan Trump nilai sebagian pihak bernada politis dan kurang sensitif terhadap situasi. Komentar tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memancing reaksi keras dari warganet, aktivis hak sipil, hingga tokoh politik.
Banyak pihak menilai komentar Trump tidak mencerminkan kepemimpinan yang menenangkan di tengah krisis. Penembakan maut di Minneapolis sendiri menambah panjang daftar kasus kekerasan senjata di Amerika Serikat, yang selama ini menjadi isu sensitif dan kompleks. Publik berharap para tokoh berpengaruh dapat menyampaikan pesan persatuan, bukan memperkeruh suasana.
Kritik juga datang dari kelompok pemerhati keamanan publik yang menilai bahwa tragedi seperti ini seharusnya menjadi momentum untuk membahas solusi nyata. Mulai dari penguatan regulasi senjata hingga pendekatan pencegahan berbasis komunitas. Namun, komentar kontroversial justru nilai mengalihkan fokus dari substansi persoalan.
Di media sosial, tagar terkait penembakan Minneapolis dan komentar Trump menjadi perbincangan hangat. Sebagian pengguna menilai pernyataan tersebut mencerminkan pola lama yang kerap muncul setiap kali terjadi tragedi serupa, sementara yang lain menuntut tanggung jawab moral dari figur publik.
Penembakan maut di Minneapolis kembali mengingatkan publik akan pentingnya empati, kepedulian, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi, terutama dari tokoh berpengaruh. Di tengah duka dan kemarahan masyarakat, suara yang menenangkan dan solusi konkret menjadi hal yang paling butuhkan. Bukan komentar yang justru menimbulkan kesan miris dan memperdalam luka sosial.
