Jakarta, AwakBerita.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengambil langkah cepat dalam penanganan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Dalam operasi kemanusiaan ini, Polri menurunkan 97 ribu personel untuk mendukung evakuasi korban, distribusi bantuan, dan pemulihan wilayah terdampak. Langkah ini menunjukkan kesiapan penuh institusi Polri dalam menghadapi bencana skala besar.
Bencana di Sumatera, termasuk banjir bandang, longsor, dan angin puting beliung, menyebabkan kerusakan rumah, jalan, serta infrastruktur vital. Kehadiran personel Polri di lapangan tidak hanya memastikan keselamatan warga, tetapi juga membantu koordinasi antara instansi pemerintah, TNI, BNPB, dan relawan lokal agar penanganan bencana lebih cepat dan tepat sasaran. Selain itu, Polri menyiapkan pusat komando darurat yang memantau kondisi wilayah terdampak secara real-time. Sistem ini membantu mengatur distribusi personel, mengidentifikasi area yang paling membutuhkan bantuan, serta memastikan logistik tersalurkan dengan efisien.
Evakuasi dan Distribusi Bantuan oleh 97 Ribu Personel
Dalam operasi ini, ribuan personel Polri terlibat langsung dalam evakuasi warga dari lokasi terdampak bencana. Mereka membawa warga ke tempat pengungsian sementara, memberikan pertolongan medis awal, dan mendirikan posko bantuan darurat. Setiap posko dilengkapi dengan makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya. Personel juga memanfaatkan armada kendaraan dan pesawat untuk menjangkau daerah yang sulit diakses.
Pesawat CN-295 dan Fokker, kendaraan taktis, hingga perahu digunakan untuk membawa bantuan logistik ke lokasi terpencil. Dengan strategi ini, penanganan bencana menjadi lebih cepat dan efektif, terutama di wilayah yang mengalami pemutusan akses jalan akibat longsor atau banjir. Selain evakuasi, Polri bertugas memantau keamanan wilayah terdampak. Personel memastikan tidak terjadi tindak kriminal atau penjarahan di tengah kekacauan akibat bencana, sehingga korban dapat menerima bantuan dengan aman. Kehadiran polisi di lapangan juga menenangkan masyarakat, memberi rasa aman, dan mempercepat proses pemulihan.
Kesiapan Polri dan Dukungan Masyarakat
Kesiapan Polri menurunkan 97 ribu personel mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Warga terdampak menyatakan terbantu dengan kehadiran bantuan cepat dan personel yang sigap. Banyak yang mengaku lega karena bantuan makanan, air bersih, dan evakuasi berjalan lancar. Polda setempat juga memastikan koordinasi lintas instansi berjalan baik. Bersama BNPB, TNI, pemerintah daerah, dan relawan, Polri membagi tugas berdasarkan wilayah terdampak dan tingkat urgensi bantuan. Pendekatan ini memungkinkan distribusi personel dan logistik lebih merata, mencegah duplikasi, serta meningkatkan efisiensi penanganan.
Langkah Polri ini menjadi bukti komitmen institusi untuk selalu hadir di tengah masyarakat saat bencana melanda. Dengan 97 ribu personel yang dikerahkan, operasi penanganan bencana di Sumatera diharapkan dapat berjalan cepat, efektif, dan tepat sasaran, sehingga warga terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan normal. Ke depan, Polri berencana memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana dengan pelatihan personel, simulasi evakuasi, dan peningkatan koordinasi antar instansi. Dengan begitu, saat bencana terjadi, respon cepat dan bantuan tepat sasaran dapat terus terjaga, meminimalkan risiko kerugian jiwa dan harta benda.