AwakBerita.Com – Peristiwa mengejutkan terjadi di Kabupaten Kebumen ketika sebuah mobil milik SPPG menabrak bangunan sekolah dan berujung aksi brutal sang sopir. Insiden ini sontak menyita perhatian publik setelah ketahui pelaku mengamuk dan menganiaya sedikitnya 15 orang di lokasi kejadian. Tampang sopir mobil tersebut pun kini terungkap setelah amankan aparat kepolisian.
Kejadian bermula saat mobil SPPG yang kemudikan pelaku melaju dan menabrak pagar serta bagian depan sekolah. Benturan keras membuat warga sekitar berdatangan. Namun situasi berubah mencekam ketika sopir justru turun dari kendaraan dan melampiaskan amarahnya kepada orang-orang di sekitar lokasi.
Aksi brutal itu menyebabkan belasan korban mengalami luka-luka, baik akibat pukulan maupun benda tumpul. Beberapa korban harus mendapatkan perawatan medis, sementara suasana sekolah sempat panik dan aktivitas belajar mengajar terganggu.
Kronologi Mobil SPPG Tabrak Sekolah di Kebumen
Menurut keterangan awal kepolisian, mobil SPPG melaju dengan kecepatan tidak stabil sebelum akhirnya menabrak sekolah. Belum ketahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut, namun dugaan sementara mengarah pada faktor emosi dan kondisi psikologis pengemudi.
Usai menabrak sekolah, warga yang berusaha menenangkan situasi justru menjadi sasaran kemarahan sopir. Pelaku diduga memukul dan menyerang siapa saja yang mendekat, termasuk warga dan pihak sekolah. Aksi ini berlangsung cukup singkat namun meninggalkan dampak serius bagi para korban.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengamankan pelaku untuk mencegah amukan berlanjut. Sopir kemudian bawa ke kantor polisi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Aparat juga mengamankan kendaraan sebagai barang bukti.
Tampang Sopir Terungkap, Polisi Dalami Motif
Setelah amankan, tampang sopir mobil SPPG Kebumen tersebut akhirnya terungkap ke publik. Polisi menyatakan pelaku akan menjalani pemeriksaan intensif, termasuk tes kesehatan dan kejiwaan, untuk mengetahui kondisi sebenarnya saat kejadian berlangsung.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan pelaku tidak dapat benarkan, baik kecelakaan maupun aksi penganiayaan yang menyusul. Pelaku terancam jerat dengan pasal berlapis, mulai dari kelalaian berkendara hingga penganiayaan yang mengakibatkan banyak korban.
Sementara itu, pihak sekolah dan warga berharap proses hukum berjalan tegas dan transparan. Insiden ini nilai sangat mengganggu rasa aman, terutama karena terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengendalian emosi saat berkendara dan tanggung jawab pengemudi di ruang publik. Polisi mengimbau masyarakat agar segera melapor jika melihat tanda-tanda perilaku agresif di jalan demi mencegah kejadian serupa terulang.
Dengan terungkapnya identitas dan tampang sopir, publik kini menanti kelanjutan proses hukum serta kejelasan motif di balik aksi brutal yang mengguncang Kebumen tersebut.
