Titik Buta Forklift Marunda Pria Tewas Terlindas

Titik Buta Forklift Marunda Pria Tewas Terlindas

AwakBerita.Com – Insiden tragis terjadi di kawasan industri Marunda ketika seorang pria laporkan tewas setelah terlindas forklift. Peristiwa ini memunculkan dugaan adanya titik buta (blind spot) yang membuat operator tidak melihat korban saat alat berat tersebut bergerak. Kejadian tersebut sontak menjadi perhatian publik dan menyoroti pentingnya standar keselamatan kerja di area industri.

Peristiwa nahas itu terjadi di wilayah Marunda, kawasan yang kenal sebagai pusat aktivitas logistik dan pergudangan. Forklift yang gunakan untuk memindahkan barang duga melaju dalam area operasional dengan visibilitas terbatas. Korban yang berada di jalur pergerakan alat berat tersebut tidak sempat menghindar.

Kronologi dan Dugaan Titik Buta

Berdasarkan keterangan awal, forklift sedang memindahkan muatan di area kerja saat insiden terjadi. Operator sebut telah mengikuti jalur yang biasa gunakan untuk distribusi barang. Namun, keberadaan korban di sekitar titik manuver tidak terdeteksi.

Dalam operasional forklift, titik buta merupakan area yang tidak terlihat langsung oleh operator, terutama di bagian belakang dan sisi tertentu tergantung desain kendaraan serta posisi muatan. Ketika membawa barang dalam jumlah besar atau tinggi, pandangan operator bisa semakin terbatas.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban berada tepat di area blind spot tersebut. Minimnya pengawasan visual serta kemungkinan kurangnya rambu peringatan di lokasi duga memperbesar risiko kecelakaan. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden.

Kawasan industri seperti di Jakarta Utara memang memiliki lalu lintas alat berat yang cukup padat. Aktivitas bongkar muat sering kali melibatkan forklift, truk kontainer, dan kendaraan logistik lainnya dalam waktu bersamaan. Tanpa pengaturan yang disiplin, potensi kecelakaan kerja dapat meningkat secara signifikan.

Evaluasi Keselamatan dan Pencegahan

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja yang ketat. Setiap operator forklift wajib memiliki sertifikasi dan pelatihan khusus, termasuk pemahaman mengenai blind spot dan teknik berkendara aman.

Selain itu, perusahaan pengelola kawasan industri perlu memastikan adanya jalur pejalan kaki yang jelas dan terpisah dari jalur kendaraan berat. Penggunaan cermin tambahan, kamera belakang, serta alarm peringatan saat forklift mundur juga dapat membantu meminimalkan risiko.

Pengawasan langsung dari supervisor lapangan menjadi faktor penting lainnya. Komunikasi antara operator dan pekerja di sekitar area operasional harus berjalan efektif, terutama saat proses manuver atau pemindahan barang besar.

Ahli keselamatan kerja menilai bahwa kecelakaan akibat titik buta sebenarnya dapat cegah dengan kombinasi teknologi dan disiplin prosedur. Evaluasi menyeluruh terhadap tata letak area kerja serta audit keselamatan berkala sangat anjurkan.

Hingga kini, pihak berwenang masih mendalami kemungkinan unsur kelalaian atau pelanggaran prosedur dalam insiden forklift di Marunda tersebut. Hasil investigasi harapkan mampu memberikan kejelasan sekaligus menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pelaku industri. Di tengah tingginya aktivitas logistik, aspek keselamatan tidak boleh diabaikan. Pencegahan kecelakaan kerja bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi juga tentang melindungi nyawa setiap pekerja yang terlibat di dalamnya.