Jakarta, AwakBerita.Com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa pemimpin Iran telah menghubungi pemerintah AS untuk menawarkan negosiasi setelah serangkaian ancaman militer atas situasi protes yang semakin memburuk di Iran. Pernyataan ini sampaikan Trump kepada wartawan saat berada di pesawat kepresidenan Air Force One, di tengah tekanan global terhadap eskalasi ketegangan antara kedua negara.
Trump menyatakan bahwa pimpinan Iran menelepon pihak AS dan mengindikasikan keinginan untuk berbicara, dengan rencana pertemuan yang sedang siapkan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kemungkinan tindakan termasuk aksi militer tetap pertimbangkan dan bisa lakukan sebelum pertemuan resmi berlangsung jika situasi terus memburuk.
Situasi ini terjadi di tengah gelombang protes besar di Iran yang telah berlangsung lebih dari dua pekan, picu oleh masalah ekonomi dan ketidakpuasan publik terhadap pemerintah. Menurut laporan kelompok hak asasi, ratusan demonstran telah tewas dan lebih dari 10.000 orang tangkap selama protes berlangsung.
Trump: Iran Hubungi Kami dan Ingin Negosiasi
Trump mengatakan bahwa pemimpin Iran aktif menghubungi pemerintah AS melalui saluran tertentu untuk menyampaikan niat negosiasi. Ia mengungkapkan pernyataan itu di hadapan media, menyebut bahwa pertemuan antar-perwakilan kedua negara sedang atur sebagai respon terhadap ketegangan yang meningkat. Namun, Trump juga menegaskan bahwa AS mungkin perlu bertindak sebelum pertemuan itu terjadi, bergantung pada dinamika yang berkembang di Iran.
Pernyataan ini menjadi sorotan karena merupakan salah satu indikasi adanya komunikasi langsung antara kedua kubu di tengah krisis hubungan bilateral yang panjang. Trump tidak merinci isi percakapan dalam konteks rinci, tetapi menegaskan bahwa niat Iran untuk berdialog muncul setelah tekanan besar dari luar negeri atas cara pemerintahannya menangani protes.
Reaksi internasional bermunculan cepat setelah pengumuman Trump. Negara-negara lain menyerukan pengekangan dan dialog, mengingat ancaman militer bisa memperluas konflik di kawasan Timur Tengah yang sudah rentan. Iran sendiri telah memperingatkan bahwa setiap intervensi militer akan respons keras, termasuk ancaman terhadap pangkalan asing di wilayah tersebut.
Ketegangan Meluas: Protes, Ancaman, dan Tanggapan Global
Protes di Iran yang picu oleh krisis ekonomi telah berubah menjadi tantangan serius terhadap rezim teokratis. Laporan menunjukkan jumlah korban terus meningkat, sementara pemerintah Iran mencoba menekan demonstrasi. Melalui tindakan keras dan pembatasan akses internet sebuah langkah yang memperumit komunikasi di dalam negeri dan akses laporan dari luar.
Sementara itu, Trump dan para penasihatnya membahas berbagai opsi respons. Termasuk peningkatan tekanan diplomatik, sanksi ekonomi, maupun kemungkinan aksi militer terbatas. Walaupun ancaman tersebut hembuskan, negosiasi tetap menjadi jalan yang klaim Trump sebagai pilihan jika Iran serius menindaklanjuti niat dialog.
Pernyataan Trump memicu beragam reaksi di komunitas internasional: beberapa negara mendukung pendekatan diplomatik untuk mencegah eskalasi militer. Sedangkan Iran menegaskan siap mempertahankan kedaulatan nasionalnya jika hadapkan pada ancaman luar.
