Jakarta, AwakBerita.Com – Sejumlah sekolah di Aceh mulai melakukan kegiatan bersih-bersih setelah terendam banjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa hari lalu. Aktivitas ini melibatkan guru, siswa, dan masyarakat sekitar yang gotong royong membersihkan lumpur, sisa material banjir, serta fasilitas sekolah yang terdampak.
Banjir bandang yang melanda beberapa kecamatan menyebabkan kerusakan di halaman, ruang kelas, laboratorium, dan peralatan sekolah. Meski situasi ini menjadi tantangan, semangat gotong royong membuat proses pemulihan berjalan cepat. Kepala sekolah menyampaikan apresiasi atas kerja sama semua pihak untuk memulihkan fasilitas belajar sehingga kegiatan pendidikan dapat kembali normal secepatnya.
Selain membersihkan lumpur, sekolah juga fokus menata ulang ruang kelas, memperbaiki meja dan kursi yang rusak, serta menyiapkan kembali buku-buku dan perlengkapan belajar yang sempat terendam. Proses ini lakukan secara bertahap agar sekolah siap gunakan bagi siswa yang akan kembali belajar di minggu ini.
Aktivitas Bersih-bersih dan Gotong Royong
Di beberapa sekolah, kegiatan bersih-bersih mulai sejak pagi hari. Siswa dibagi ke beberapa kelompok untuk membersihkan ruang kelas, lapangan, dan fasilitas umum seperti toilet serta kantin. Guru dan staf sekolah memimpin serta mengawasi agar proses berjalan tertib dan aman.
Selain pembersihan fisik, sekolah juga melakukan penyemprotan disinfektan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan siswa pascabanjir. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar nilai kepedulian, tanggung jawab, dan kerja sama dalam menghadapi bencana.
Warga sekitar juga turut membantu, menyediakan peralatan dan tenaga untuk mempercepat pembersihan. Solidaritas masyarakat terlihat jelas, mencerminkan budaya gotong royong yang kuat di Aceh. Beberapa pihak menyumbang peralatan tambahan seperti sapu, ember, dan pompa air untuk mendukung kegiatan bersih-bersih.
Dampak Positif bagi Proses Belajar
Bersih-bersih pascabanjir tidak hanya memulihkan kondisi fisik sekolah, tetapi juga membantu menenangkan psikologis siswa yang sempat terdampak bencana. Sekolah yang kembali bersih dan tertata membuat siswa lebih nyaman dan fokus dalam belajar.
Kegiatan ini juga memperkuat hubungan antar siswa, guru, dan masyarakat. Nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan disiplin menjadi pembelajaran tambahan di luar materi akademik. Kepala sekolah menegaskan bahwa kegiatan bersih-bersih menjadi bagian penting dari persiapan sekolah agar proses belajar mengajar tetap lancar dan aman.
Pemerintah daerah Aceh memastikan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir segera mendapat bantuan dan perbaikan tambahan bila diperlukan. Dengan semangat gotong royong dan dukungan masyarakat, sekolah di Aceh diharapkan kembali normal dalam waktu singkat, sehingga siswa bisa melanjutkan pendidikan tanpa hambatan besar.
Secara keseluruhan, kegiatan bersih-bersih pascabanjir di sekolah Aceh menunjukkan ketangguhan, solidaritas, dan kepedulian masyarakat dalam memulihkan fasilitas pendidikan, sekaligus memberikan pelajaran berharga bagi generasi muda tentang pentingnya gotong royong dan tanggap bencana.
